Selasa, 18 September 2012

Contoh Interaksi Sosial

Interaksi Sosial Individu dengan Individu:
- Dokter dengan Pasien
- Kita mengobrol atau berbicara dengan teman kita sendiri, itu merupakan interaksi sosial antara individu-individu karena dalam interaksi tersebut hanya ada kita dan teman kita saja.

Interaksi Sosial Individu dengan Kelompok:
- Guru mengajar Murid
- Dalam sebuah forum, ketika kita mengemukakan pendapat dan tanya jawab dengan anggota forum yang lainnya, itu merupakan contoh dari interaksi antara individu-kelompok, dimana kita sebagai individunya dan anggota forum yang lain bertindak sebagai kelompok.

Interaksi Sosial Kelompok dengan Kelompok:
- Contoh dari interaksi sosial antara kelompok dan kelompok adalah ketika kita ada kelompok A melakukan komunikasi dengan kelompok B, maka itu bisa disebtu interaksi kelompok dengan kelompok.

-DE

Interaksi Sosial di dalam Masyarakat

Sebelum membahas tentang berbagai kasus dalam interaksi sosial, terlebih dahulu kita harus tahu apa itu interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat.

• Faktor – faktor interaksi sosial:
1. Imitasi
2. Empati / Simpati
3. Sugesti
4. Identifikasi

Faktor – faktor tersebut mempengaruhi terjadinya interaksi sosial. Berikut berbagai contoh interaksi sosial dari faktor – faktor tersebut:

1. Imitasi
Tayangan televisi mempengaruhi para penontonnya, terutama anak – anak. Jika tayangan televisi tersebut adalah tayangan kekerasan maka akan memberikan dampak negatif bagi anak – anak. Contohnya Smackdown termasuk salah satu tayangan kekerasan yang paling banyak ditonton anak – anak jaman sekarang.
Contoh kasusnya adalah:
Harian Tribun Jabar memuat berita utama “Bocah Tewas Usai Smackdown “. Peristiwa tersebut disusul dengan beberapa ulasan di TV mengenai korban-korban di tempat lainnya yang juga melakukan aksi Smackdown tersebut menderita: tulang patah, memar-memar, sampai gegar otak. Mengejutkan sekali karena melalui tayangan itu kita melihat bahwa ternyata penggemar tayangan Smackdown di TV sudah luas ditonton anak-anak, bahkan play station Smackdown juga sudah leluasa dijual oleh para pedagang kaki lima seharga kurang lebih 5 ribu-an, termasuk kartu -kartu bergambar para pahlawan Smackdown dan poster-poster besar yang bisa tertempel dikamar anak - anak.

2. Empati / Simpati
Interaksi sosial juga dipengaruhi oleh empati / simpati. Orang akan bersimpati pada orang lain yang berkekurangan secara fisik maupun ekonominya. Contohnya adalah: memberi sedekah pada pengemis yang cacat.

3. Sugesti
Orang – orang banyak dipengaruhi oleh berbagai sugesti, contohnya: orang yang sering mabuk jika mengalami perjalanan yang lama dalam kendaraan. Mereka selalu berpikir bahwa jika mereka mengalami perjalanan yang panjang itu, mereka pasti akan mual bahkan ada yang sampai muntah. Contoh lainnya adalah seorang murid yang selalu dihina dan direndahkan oleh gurunya dengan kalimat - kalimat yang menyudutkan dan kata – kata yang menjatuhkan justru akan menjadi murid yang rendah diri, susah mengerjakan soal dan mencerna pelajaran serta akan menjadi murid yang nakal. Akan berbeda hasilnya jika sang murid selalu didukung oleh guru dengan sepenuh hati, diberi semangat, dan diberi kata – kata positif, maka sang murid akan menjadi murid yang baik pintar dan tidak nakal.

4. Identifikasi
Kebanyakan orang mengidentifikasikan (menyamakan) dirinya dengan orang – orang yang dihormati, disanjung, dan diidolakan. Sebagai konsekuensinya, orang itu akan dipengaruhi perilaku tokoh yang ia idolakan itu. Ia ingin berbuat seperti tokoh yang ia lihat dan ingin melakukan apa yang dipikirkan dan dilakukan oleh idolanya. Identifikasi lebih dalam dibandingkan dengan imitasi. Imitasi hanya meniru penampilan idolanya saja, sedangkan identifikasi bukan hanya penampilan luarnya saja, tapi juga meniru pola pikir dan perilaku idolanya dan menjadikannya sebagai bagian dari perilakunya sendiri.


Jadi kesimpulannya adalah:
- Jenis interaksi: . Individu dengan individu, karena interaksi tersebut terjadi antara individu satu dengan lainnya.
- Termasuk kontak primer, karena kontak tersebut terjadi secara langsung bertemu muka.
- Disebut interaksi karena adanya hubungan timbal balik antara individu dengan individu.
1. Interaksi sosial dipengaruhi oleh faktor: imitasi, empati/simpati, sugesti, identifikasi.
2. Imitasi: mengikuti penampilan orang yang diidolakan.
3. empati/simpati: interaksi sosial yang dipengaruhi rasa simpati/belas kasihan.
4. sugesti: dipengaruhi oleh perkataan orang lain.
5. identifikasi: menyamakan diri sendiri dengan orang yang diidolakan.
–GRC –

Contoh Interaksi Sosial Dalam Masyarakat Kota

Interaksi kota tentunya berbeda dengan masyarakat desa. Bila interaksi sosial masyarakat desa masih sangat kuat, masyarakat kota tidak demikian. lihat saja ,di perumahan-perumahan,terutama perumahan menengah ke atas , interaksi antar tetangga bisa dibilang jarang terjadi. Lantas apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi ? *KESIBUKAN. Masalah kesibukan merupakan faktor utama yang menyebabkan interaksi sosial dalam masyarakat kota terhambat. Biasanya,Senin hingga Jumat mereka bekerja , sedangkan Sabtu dan Minggu ke luar kota untuk berlibur.Dengan demikian, tetangga yang satu dengan yang lain hampir tidak pernah bertegur sapa. *MEMILIKI KLUB TERSENDIRI DI LUAR. Biasanya. mereka memiliki klub sendiri di luar perumahan, seperti klub menulis, klub wiraswasta , klub bunda kreatif dan lain-lain. Faktor Penghambat utama, yaitu kesibukan, Kesibukan telah membuat interaksi sosial dalam masyarakat kota menjadi sangat jarang. Kalaupun mereka berinteraksi, biasanya adalah ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Sementara para Pekerja, biasanya tidak sempat bersosialisasi. - JE -


Jenis interaksi :
-individu dengan individu , contohnya : ibu rumah tangga dengan tetangganya
-individu dengan kelompok , contohnya : orang yang memiliki sebuah komunitas diluar


Bentuk Kontak : Proses Asosiatif ( proses mengarah persatuan )


Mengapa disebut interaksi ? karena dilakukan oleh individu terhadap individu atau individu terhadap kelompok dan juga karena adanya percakapan antar kedua tokoh tersebut.

Contoh-contoh interaksi sosial

Contoh-contoh interaksi sosial:

-Individu dengan individu:
1. Ayah dengan anaknya.
2. Siswa dengan siswa.
3. Dokter dengan pasien.
4. Pelayan restoran dengan pelanggannya.
5. Seorang siswa dengan gurunya.
6. Polisi dengan sang tersangka.
7. Penjual dengan pembelinya.

-Individu dengan kelompok:
1. Pengkotbah dengan umat-umat gerejanya.
2. Guru dengan semua siswanya yang berada dikelas.
3. Ustad dengan pengikut-pengikutnya.
4. Presiden dengan rakyatnya.
5. Jendral dengan pasukannya.
6. Pemimpin kelompok dengan anggotanya.
7. Kepala pembangunan dengan pekerjanya.